“Sebagai mahasiswa, kita perlu ingat bahwa tidak ada perubahan yang langsung instan. Sebagai kontrol sosial, kita memerlukan keberanian moral yang konsisten untuk terus menyuarakan kebenaran,” urainya.
Pada akhirnya, gerakan menuntut kesetaraan ini bukanlah agenda sesaat.
Keberanian menyuarakan hak-hak yang terampas hari ini adalah warisan paling berharga untuk membentuk peradaban yang lebih adil bagi perempuan di masa mendatang.
“Melalui itulah nantinya kita akan mewariskan keberanian untuk generasi selanjutnya dalam melawan ketidakadilan. Karena bicara emansipasi, berarti kita juga bicara tentang penindasan,” pungkas Indah.
Kesetaraan bukanlah hadiah yang turun dari langit, melainkan hak asasi yang harus terus direbut dan dipertahankan dalam kehidupan sehari-hari, melampaui sekadar perayaan tanggal merah di kalender.
Baca Juga: Membangun Kekuatan di Tengah Krisis Iklim, Gemawan Rumuskan Strategi Adaptasi yang Responsif Gender
(Mira)















