“Saat disimpan dalam wadah plastik, bahan kimia akan larut ke dalamnya dan juga memengaruhi keseimbangan pH. Sebaiknya disimpan dalam wadah kaca,” kata Jangda memberikan panduan.
Penggunaan material kaca, menurut Jangda, sangat membantu dalam mempertahankan kandungan nutrisi penting seperti likopen dan flavonoid. Zat ini berperan besar dalam mengurangi tingkat stres oksidatif di dalam tubuh manusia.
Sebaliknya, kebiasaan menyimpan makanan di wadah plastik justru berpotensi besar menurunkan kadar vitamin C pada makanan tersebut pada kisaran 20 hingga 30 persen.
Dampak penurunan nutrisi yang lebih parah bahkan terjadi pada buah beri, seperti stroberi dan ceri. Buah-buahan yang kaya akan asupan vitamin C ini dapat kehilangan hampir 50 persen kandungan nutrisinya hanya dalam kurun waktu satu hari penyimpanan di dalam kemasan plastik.
Selain kelompok buah-buahan, sayuran berdaun hijau seperti bayam, kale, dan ketumbar juga masuk dalam daftar larangan. Tingginya kandungan air pada sayuran tersebut membuatnya jauh lebih cepat layu serta memicu hilangnya nutrisi penting seperti folat dan vitamin K jika ditutup menggunakan plastik.
Aturan ketat yang sama juga berlaku untuk hidangan bersuhu tinggi. Makanan panas yang dituang ke wadah plastik berpotensi memicu pelepasan paparan bahan kimia berbahaya, seperti Bisphenol A (BPA) dan ftalat, langsung ke dalam makanan. Selain itu, makanan dengan kandungan lemak tinggi seperti mentega, ikan, minyak zaitun, gorengan, serta hidangan berbasis krim juga rawan karena sifat lemak sangat mudah menyerap perpindahan zat kimia.
Sementara itu, untuk penanganan daging merah mentah, Jangda sangat merekomendasikan penggunaan kemasan berbahan kaca. Langkah ini bertujuan untuk menekan risiko terjadinya kontaminasi bakteri patogen yang sering kali bersarang dan berkembang biak di sela-sela goresan maupun pori-pori kecil pada permukaan plastik.
Sebagai acuan tambahan, standar keamanan pangan internasional yang diterbitkan oleh Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) telah mengatur spesifikasi ketat. Syarat mutlak bagi kemasan plastik yang dinyatakan aman untuk keperluan konsumsi meliputi spesifikasi tidak beracun, kedap air, memiliki permukaan yang halus, memiliki daya tahan lama, serta kuat terhadap paparan bahan kimia pembersih tanpa mengalami kerusakan fisik.
(*Red)
















