Faktakalbar.id, JAKARTA – Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya memberikan klarifikasi tegas terkait narasi yang menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) memangkas anggaran pendidikan dan menyebabkan pengabaian kesejahteraan guru.
Baca Juga: Aksi Massa di DPRD Kalbar Gugat Program MBG: Dinilai Sekadar Proyek Borongan Elite
Pemerintah menegaskan bahwa anggaran pendidikan tahun 2026 justru mengalami penguatan di berbagai sektor strategis, Minggu (01/3/2026).
Teddy meluruskan bahwa anggaran pendidikan 2026 telah disepakati bersama antara Pemerintah, DPR, dan Badan Anggaran DPR RI.
Ia memastikan seluruh program pendidikan dari periode sebelumnya, seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Indonesia Pintar (PIP), tetap berjalan tanpa ada yang dihentikan.
“Faktanya, seluruh program pendidikan strategis di periode sebelumnya tetap berjalan tanpa ada yang dihentikan, bahkan ditambah,” ujar Teddy dalam pernyataan resminya.
Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, akses pendidikan diperluas melalui program Sekolah Rakyat bagi anak putus sekolah.
Program ini mencakup fasilitas tempat tinggal, makan bergizi, hingga jaminan kesehatan.
Hingga tahun lalu, program ini telah menjangkau 20 ribu siswa di 166 sekolah, dengan target penambahan 100 sekolah pada tahun ini.
Terkait infrastruktur, Pemerintah Pusat mengalokasikan anggaran sekitar Rp17 triliun pada 2025 untuk renovasi 16.000 sekolah guna mendukung kewenangan Pemerintah Daerah.
Baca Juga: Mahasiswa Se-Kalimantan Barat Gelar Aksi di DPRD Provinsi, Desak DPRD Evaluasi Program MBG dan Polri
Selain itu, percepatan digitalisasi dilakukan melalui distribusi 280.000 unit TV digital di satuan pendidikan.
Seskab juga menyoroti peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik.
Meskipun gaji honorer merupakan ranah Pemda, Pemerintah Pusat memberikan insentif yang kini naik menjadi Rp400.000.
Sementara itu, tunjangan bagi guru non-ASN mengalami kenaikan dari Rp1.500.000 menjadi Rp2.000.000 pada tahun 2025.
















