Pernah Hits di Era 90-an, Ini Fakta Unik Es Gabus yang Teksturnya ‘Menipu’ Lidah

"Es gabus kembali viral di media sosial. Teksturnya yang mirip gabus tapi lumer di mulut punya rahasia unik. Simak fakta menarik jajanan legenda 90-an ini."
Es gabus kembali viral di media sosial. Teksturnya yang mirip gabus tapi lumer di mulut punya rahasia unik. Simak fakta menarik jajanan legenda 90-an ini. (Dok. Ist)

Proses pemasakan ini membuat es gabus sangat aman bagi pencernaan, bahkan untuk anak-anak, karena bahannya matang sempurna sebelum masuk lemari pendingin.

3. Estetika “Pelangi” yang Mendahului Zaman

Jauh sebelum kafe-kafe kekinian berlomba membuat menu bertema rainbow atau unicorn, bapak penjual es gabus sudah lebih dulu mempopulerkan estetika warna-warni.

Tumpukan warna merah, kuning, hijau, atau cokelat bukan hanya pemanis mata, tapi strategi jenius para pedagang tradisional untuk memikat hati anak-anak sepulang sekolah.

Kini, tampilan warna-warni itulah yang membuatnya sangat fotogenik dan share-able di media sosial seperti TikTok dan Instagram.

4. Camilan Gluten-Free yang Tak Disengaja

Tanpa label “makanan sehat” yang muluk-muluk, es gabus sejatinya adalah camilan yang ramah kesehatan.

Karena berbahan dasar pati kacang hijau, es ini secara alami bebas gluten (gluten-free).

Selain itu, santan yang digunakan memberikan rasa gurih alami yang khas Indonesia.

Ini adalah bukti bahwa jajanan jadul kita sebenarnya memiliki kualitas gizi yang tidak kalah, bahkan lebih alami dibanding camilan pabrikan penuh pengawet.

5. Simbol Nostalgia yang “Naik Kelas”

Kembalinya es gabus bukan sekadar tren sesaat, melainkan bentuk apresiasi terhadap kuliner masa lalu.

Jika dulu es ini hanya dijual di gerobak sederhana dengan pemotong senar gitar, kini es gabus mulai masuk ke menu dessert di kedai kopi hingga restoran dengan penyajian yang lebih modern.

Meskipun “naik kelas”, rasa rindu pada potongan es gabus yang dibungkus plastik tipis dari tangan bapak penjual keliling tetap tak tergantikan.

Jajanan ini mengajarkan kita bahwa kebahagiaan bisa datang dari sepotong es sederhana yang manis dan penuh warna.

Baca Juga: Arogansi Aparat di Kemayoran, Pedagang Es Gabus Jadi Korban Kekerasan dan Salah Tuduh

(Mira)