Kabut Asap Selimuti Pontianak, Anak-anak dan Lansia Mulai Terserang ISPA

"Kabut asap akibat karhutla di Pontianak dan Kubu Raya memicu lonjakan kasus ISPA. RSUD mulai dipadati pasien anak-anak dan lansia yang sesak napas."
Kabut asap akibat karhutla di Pontianak dan Kubu Raya memicu lonjakan kasus ISPA. RSUD mulai dipadati pasien anak-anak dan lansia yang sesak napas. (Dok. Wawan/Faktakalbar)

“Iya, anak saya tadi pagi bangun tidur kesulitan bernapas. Penyebabnya hidung dan tenggorokannya dipenuhi lendir sehingga menangis terus-menerus,” ujar Fatimah, orang tua Fadilah.

Berbekal pengalaman menangani lonjakan pasien tahunan, paramedis di RSUD sigap memberikan pertolongan pertama.

Penanganan awal yang dilakukan terhadap Neli, misalnya, adalah pemberian oksigen dan nebulizer (uap) yang bertujuan meredakan peradangan saluran pernapasan di tenggorokan dan hidung.

Paparan asap karhutla ini berpotensi menurunkan kualitas udara secara signifikan, sehingga dapat menimbulkan gejala seperti batuk, sesak napas, hingga iritasi tenggorokan.

Sementara itu, Bupati Kubu Raya, Sujiwo, mengungkapkan fakta bahwa eskalasi titik api mulai terlihat. Berdasarkan data lapangan, tercatat ada 20 titik api yang terdeteksi sejak awal 2025 hingga Januari 2026.

Titik api tersebut tersebar dengan variasi luasan lahan terdampak yang berbeda-beda.

Di hadapan peserta apel yang terdiri dari personel TNI, Polri, Danyon A Pelopor Satbrimob Polda Kalbar Kompol Jon Rubi Sugianto, hingga relawan swasta, Sujiwo mengingatkan karakteristik lahan gambut Kubu Raya yang sangat rentan terbakar, terutama saat kemarau.

“Kabupaten Kubu Raya merupakan salah satu daerah di Kalimantan Barat yang rawan Karhutla. Karena itu, seluruh elemen dan stakeholder harus selalu siaga dan tidak boleh lengah,” ujar Sujiwo.

Untuk mencegah ancaman kebakaran meluas, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mengaktifkan berbagai langkah mitigasi.

Strategi yang diterapkan meliputi patroli rutin ke desa-desa rawan api serta pemadaman langsung (water bombing maupun darat) begitu titik api terdeteksi.

Apel siaga yang dihadiri Dandim 1207/Pontianak Kolonel Inf. Robbi Firdaus dan Kapolres Kubu Raya AKBP Kadek Ary Mahardika ini menjadi momentum penyatuan persepsi.

Sujiwo menegaskan perlindungan terhadap aktivitas masyarakat, kesehatan, dan lingkungan adalah prioritas mutlak.

“Melalui apel ini, kami menginstruksikan seluruh pemangku kepentingan agar terus meningkatkan koordinasi dan komunikasi yang selama ini telah terbangun dengan baik,” tutupnya.

Baca Juga: Dominan Berawan, BMKG Minta Warga Waspada Potensi Karhutla di Kalimantan Barat

(Wawan)