Saat ngobrol dengan teman, kamu meletakkan HP.
Kamu melakukan satu hal pada satu waktu dengan perhatian penuh.
Hasilnya? Lebih sedikit stres dan lebih banyak kepuasan batin.
Hidup slow living di perkotaan bukan berarti kamu menjadi lambat dalam bekerja atau tidak produktif.
Justru sebaliknya, kamu menjadi lebih efektif karena kamu tahu kapan harus ngebut dan kapan harus mengerem.
Jika kamu merasakan poin-poin di atas, pertahankanlah.
Kamu adalah bukti bahwa ketenangan bisa diciptakan di mana saja, bahkan di tengah kota yang tak pernah tidur sekalipun.
Baca Juga: Kata Siapa Extrovert Gak Bisa Slow Living? Ini Cara Menikmati Hidup Tanpa Kehilangan Jati Diri
(*Mira)
















