Faktakalbar.id, BANJARNEGARA – Operasi pencarian korban bencana alam di Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, membuahkan hasil signifikan.
Tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan berhasil menemukan tujuh jenazah korban pada hari ini, Kamis (20/11/2025).
Dengan penemuan terbaru ini, data korban jiwa akibat bencana tanah longsor Banjarnegara mengalami perubahan. Total korban meninggal dunia kini tercatat menjadi 10 orang.
Baca Juga: Update Tanah Longsor Banjarnegara: Korban Jiwa Bertambah Jadi 3 Orang, 25 Masih Hilang
Meski demikian, tugas tim gabungan masih berat karena sebanyak 18 orang warga lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian intensif.
Bencana ini dipicu oleh kombinasi faktor alam yang ekstrem, yakni hujan berintensitas tinggi yang mengguyur dalam durasi panjang, keberadaan mata air besar, serta retakan tanah di area perbukitan.
Material longsor yang turun dengan cepat menghantam kawasan permukiman dan menimbulkan kerusakan luas.
Berdasarkan laporan situasi terkini per pukul 19.00 WIB, dampak kerusakan tercatat cukup masif:
-
7 warga mengalami luka-luka.
-
48 rumah roboh atau hilang tertimbun.
-
195 rumah lainnya terdampak kerusakan.
-
Jumlah pengungsi melonjak mencapai 934 jiwa.
Untuk mempercepat penanganan, sebanyak 700 personel gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan relawan dikerahkan.
Mereka bekerja maksimal di tiga sektor pencarian dengan dukungan peralatan lengkap, termasuk unit anjing pelacak (K-9).
Sebanyak 12 unit excavator (alat berat) dan 12 unit mesin penyedot air (alkon) dioperasikan untuk menyingkirkan material longsor dan menguras kubangan air yang menghambat akses.
Selain itu, dua unit tangki hidrant umum (HU) disiagakan untuk menyuplai air bersih ke dapur umum di Kantor Kecamatan Pandanarum.
Dukungan logistik dari berbagai pihak, mulai dari BNPB, Dinas Sosial, PMI, hingga Baznas terus berdatangan.
Gudang logistik kini dipusatkan di SMP Pandanarum untuk memudahkan distribusi. Layanan kesehatan dan pendampingan psikososial bagi siswa terdampak juga telah berjalan.
Operasi SAR di lokasi tanah longsor Banjarnegara ini menghadapi kendala serius, terutama risiko longsor susulan dan aliran mata air yang deras. Guna memitigasi risiko tersebut, BNPB mengambil langkah teknis strategis.
















