Jawab Aspirasi Warga, Pemkot Pontianak Bangun Dua Jembatan di Teluk Sahang Pontianak Utara

Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan saat meninjau salah satu proyek infrastruktur di Pontianak. Pemkot Pontianak kini merampungkan pembangunan jembatan di Teluk Sahang. Foto: HO/Faktakalbar.id
Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan saat meninjau salah satu proyek infrastruktur di Pontianak. Pemkot Pontianak kini merampungkan pembangunan jembatan di Teluk Sahang. Foto: HO/Faktakalbar.id

Salah satunya, pembangunan jembatan di Jalan Dharma Putra yang sempat roboh dan menimbulkan kritik dari warga.

“Waktu itu kami sedang purna tugas sehingga belum bisa langsung menangani. Namun setelah kembali aktif, anggaran untuk perbaikan langsung kami alokasikan. Kami berharap hasilnya nanti berkualitas dan tepat waktu,” katanya.

Tak hanya itu, pembangunan lanjutan Jalan Selat Panjang II juga masuk dalam agenda tahun ini.

Tambahan panjang sekitar 300 meter akan dituntaskan untuk mendukung kelancaran arus kendaraan di kawasan yang kini semakin padat perumahan.

Baca Juga: Ancam Aktivitas Warga, Bupati Sujiwo ‘Todong’ Gubernur Kalbar Segera Perbaiki Jembatan Parit Penjara

Bahasan menyebut, Pemkot Pontianak memberi perhatian yang sama bagi seluruh wilayah dan menanggapi positif kritik yang menilai wilayah utara kurang diperhatikan.

“Saya tidak marah dengan kritik seperti itu, karena itu bagian dari kepedulian warga untuk kemajuan bersama. Justru hal itu menjadi motivasi kami agar pembangunan di Pontianak Utara semakin merata,” ungkapnya.

Ketua RT 04 RW 03 Kelurahan Siantan Hilir, Murad, menyambut positif pembangunan jembatan di wilayahnya. Ia mengatakan, jembatan tersebut menjadi akses utama warga, terutama anak-anak yang bersekolah di SD Negeri 31.

“Warga di sini sangat senang karena jembatan ini memang menjadi akses utama menuju sekolah anak-anak kami. Sebelumnya kalau mau ke sekolah harus memutar jauh, beberapa kilometer, karena tidak ada jalan tembus. Dengan adanya jembatan ini, masyarakat merasa sangat terbantu. Bisa mengantar anak lebih dekat, lebih efisien, dan tentu lebih hemat bahan bakar,” sebutnya.

Murad menambahkan, jembatan lama di lokasi tersebut sudah rusak parah dan hanya diperbaiki seadanya selama puluhan tahun oleh warga.

“Sudah puluhan tahun tidak dibangun. Sejak dulu jembatan kayu yang lama itu sering rusak dan diperbaiki sendiri oleh warga,” jelasnya.

(*Red/Prokopim)