Sementara itu, banjir juga melanda Kabupaten Nabire, Papua Tengah, setelah hujan deras mengguyur pada Kamis (9/10). Banjir ini berdampak pada dua distrik sekaligus, yaitu Distrik Nabire Barat dan Distrik Yaur.
“Sebanyak 380 KK terdampak. Lima unit rumah dilaporkan mengalami rusak sedang. Selain itu, dua fasilitas ibadah dan satu fasilitas pendidikan juga terdampak.”
BPBD Kabupaten Nabire terus berkoordinasi dengan pemerintah distrik setempat untuk memantau situasi. Hingga Sabtu, genangan air dilaporkan masih merendam beberapa area di distrik yang terdampak.
Baca Juga: Tragedi Ambruknya Ponpes Al Khoziny, Kepala BNPB Tinjau Langsung dan Salurkan Bantuan
Update Angin Kencang Bogor dan Korban Sidoarjo
BNPB juga memberikan pembaruan mengenai dampak angin kencang yang terjadi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (7/10).
Kejadian ini mengakibatkan sepuluh rumah rusak ringan dan dua lainnya rusak sedang.
“Hingga Sabtu (11/10), pembersihan puing-puing atap dan tembok rumah yang rusak masih dilakukan oleh warga setempat, dibantu tim gabungan yang terdiri dari TRC BPBD Kabupaten Bogor, Damkar Kabupaten Bogor, Satpol PP, serta DLH Kabupaten Bogor.”
Di Sidoarjo, proses identifikasi korban robohnya Mushala Pondok Pesantren Al-Khozini terus berlanjut. Tim Disaster Victim Identification (DVI) telah berhasil mengidentifikasi 51 jenazah hingga Sabtu malam.
“Selain itu, tiga dari tujuh body parts yang ditemukan juga sudah berhasil teridentifikasi. Tiga body parts tersebut merupakan bagian dari 51 jenazah yang telah teridentifikasi.”
Saat ini, dua korban selamat masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
BMKG: Waspada Potensi Cuaca Ekstrem
Memasuki pertengahan Oktober, sebagian besar wilayah Indonesia mulai mengalami transisi musim yang ditandai peningkatan curah hujan. BMKG memprediksi adanya potensi cuaca ekstrem akibat pertumbuhan awan hujan yang signifikan.
“Pada periode 13–16 Oktober 2025, BMKG memprediksi cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan lebat. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Aceh, Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.”
Menghadapi kondisi ini, BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan.
“Bagi warga yang tinggal di daerah perbukitan, lereng tebing, dan kaki gunung, perlu mewaspadai hujan lebat yang terjadi lebih dari satu jam karena dapat memicu banjir dan longsor. Segera lakukan evakuasi mandiri bila kondisi tersebut terjadi.”
Masyarakat juga diimbau untuk menghindari pohon, papan reklame, atau bangunan rapuh saat hujan disertai angin kencang.
Baca Juga: BNPB Rilis Data Bencana Terkini, Sejumlah Wilayah Terdampak Hidrometeorologi
(*Red)
















