Guncangan gempa dilaporkan terasa cukup kuat di daratan. Di Tahuna, ibu kota Kepulauan Sangihe, getaran dirasakan dengan skala intensitas IV MMI, yang artinya dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah.
Sementara itu, di Manado, getaran tercatat pada skala II MMI, di mana hanya dirasakan oleh sebagian orang dan menyebabkan benda-benda ringan bergoyang.
Meskipun guncangannya terasa, Daryono mengonfirmasi bahwa hingga kini belum ada laporan resmi mengenai dampak kerusakan.
“Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan atau korban akibat gempa tersebut,” ujarnya.
BMKG terus memantau situasi dan memastikan hingga pukul 09.14 WIB belum terdeteksi adanya gempa susulan atau aftershock.
Baca Juga: Dampak Gempa Sumenep: 3 Warga Luka-Luka dan Puluhan Rumah Hancur
Namun, imbauan tegas diberikan kepada masyarakat di wilayah pesisir yang masuk dalam zona peringatan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta mengikuti arahan pemerintah daerah dan BMKG,” tutur Daryono.
Ia juga meminta pemerintah daerah di zona ‘Waspada’ untuk segera mengarahkan warganya menjauhi pantai dan mencari tempat yang lebih tinggi sebagai langkah mitigasi.
(*Red)





















