Proses Identifikasi Korban Heli Jatuh di Kalsel, 3 Jasad WNI Butuh Tes DNA

Tim SAR mengevakuasi satu jasad korban kecelakaan Helikopter BK117 D3 ke ruang identifikasi RS. Bhayangkara Banjarmasin. (Dok. Ist)
Salah satu jasad korban kecelakaan Helikopter BK117 D3 saat di bawa ke ruang identifikasi RS. Bhayangkara Banjarmasin. (Dok. Ist)

Identitas mereka adalah pilot Kapten Haryanto dari Batam, teknisi Hendra Darmawan dari Luwu, serta tiga warga negara asing yaitu Mark Werren (Australia), Santha Kumar Prabhakaran (India), dan Claudine Pereira Quito (Brasil).

Baca Juga: Basarnas Terus Cari Helikopter Esindo Air yang Hilang Kontak di Kalimantan Selatan 

Sementara dua jenazah WNI lainnya, yang kondisinya tidak separah tiga korban yang butuh tes DNA, sedang dalam proses identifikasi lanjutan menggunakan metode superimposisi kraniofasial.

“Sangat sulit diidentifikasi tanpa melalui DNA. Di samping itu, data catatan medis WNI ini juga belum kami dapatkan dengan lengkap.” Dr. El Yandiko menambahkan,

Kecelakaan tragis ini terjadi ketika helikopter BK117 D3 jatuh di kawasan hutan Desa Emil Baru, Mentewe, Tanah Bumbu.

Baca Juga: Sadis! Pilot Helikopter Warga Negara Selandia Baru Dibunuh dan Dibakar KKB di Mimika

Helikopter tersebut hilang kontak pada Senin (1/9) dan baru ditemukan pada Rabu (3/9).

Proses evakuasi seluruh korban berhasil diselesaikan oleh tim SAR pada Kamis (4/9) malam.

“Kami minta doanya agar semua dapat teridentifikasi, semoga segera selesai,” ungkap Dr. El Yandiko, berharap proses identifikasi dapat segera tuntas dan memberikan kepastian kepada keluarga korban.

(*Red)