Gelorakan Semangat Kemerdekaan, Bupati Alexander Wilyo Resmi Buka Festival Pencak Silat Tradisional 2025

Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, yang juga Ketua Umum IPSI Kalbar, melakukan gerakan hormat khas pencak silat saat membuka secara resmi Festival Pencak Silat Tradisional 2025 di Desa Tanjungpura, Muara Pawan.
Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, yang juga Ketua Umum IPSI Kalbar, melakukan gerakan hormat khas pencak silat saat membuka secara resmi Festival Pencak Silat Tradisional 2025 di Desa Tanjungpura, Muara Pawan. (Dok. Ist)

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk merawat dan menjunjung tinggi warisan leluhur ini.

“Silat melekat dengan budaya kita. Ia adalah warisan, kehormatan, dan harga diri yang harus kita rawat. Adat, budaya, dan tradisi adalah jati diri dan harga diri kita,” tegasnya.

Bupati juga menjelaskan bahwa pencak silat telah menyatu dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, dari pelosok kampung hingga menjadi bagian dalam prosesi adat seperti pernikahan.

“Silat tradisional menjangkau hingga ke pelosok kampung dan hadir dalam berbagai kegiatan adat, termasuk pernikahan. Pencak silat hidup, tumbuh, dan berkembang seiring napas kehidupan masyarakat,” tuturnya.

Membawa Silat ke Panggung Dunia

Sebagai Ketua Umum IPSI Kalbar, Alexander Wilyo memiliki visi besar untuk memajukan pencak silat.

Ia menyatakan bahwa membangkitkan kembali semangat pencak silat adalah amanah dari para pendekar terdahulu.

Baca Juga: Temui Massa Aksi, Bupati Ketapang Janji Evaluasi Izin PT. PIG dalam Tujuh Hari

Ia mengajak seluruh praktisi untuk terus berprestasi.

“Pencak silat adalah satu-satunya tradisi bela diri asli bangsa Indonesia. Mari kita bumikan pencak silat hingga mampu berprestasi di tingkat nasional bahkan internasional,” ajaknya.

Sebagai bentuk komitmen berkelanjutan, Bupati juga mengumumkan rencana penyelenggaraan Jambore Pencak Silat se-Kabupaten Ketapang pada Oktober mendatang untuk memeriahkan HUT ke-80 TNI.

Di akhir acara, ia berpesan kepada seluruh peserta Festival Pencak Silat Tradisional untuk menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dalam kompetisi.

“Selamat berkompetisi kepada para pendekar. Junjung tinggi sportivitas, persaudaraan, dan kehormatan, serta jadikan ini ajang silaturahmi,” tutupnya.

(AF)