Karhutla hingga Longsor Meluas, Ini Update Terkini dari BNPB

Puluhan rumah rusak akibat angin kencang yang menerjang wilayah Kabupaten Aceh Utara, Jumat (11/7). Sumber Foto: BPBD Kabupaten Aceh Utara
Puluhan rumah rusak akibat angin kencang yang menerjang wilayah Kabupaten Aceh Utara, Jumat (11/7). Sumber Foto: BPBD Kabupaten Aceh Utara

“Sebanyak 84 KK atau 275 jiwa terdampak. Masyarakat di beberapa gampong telah mendirikan tenda darurat,” sebut laporan BPBD setempat. Bantuan logistik dari dinas sosial daerah telah mulai disalurkan.

Karhutla di Padang Lawas Utara Hanguskan 9 Hektar Lahan

Karhutla juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumatera Utara, pada Jumat (11/7).

BPBD mencatat luas lahan terbakar mencapai 9 hektar, tersebar di dua kecamatan.

Lokasi kebakaran berada di Desa Mompang II Simpang (Kecamatan Padang Bolak Tenggara) dan Desa Pasir Ampolu Hopong (Kecamatan Batang Onang).

“Api berhasil dipadamkan pada hari yang sama berkat koordinasi antara BPBD dan masyarakat,” ujar BPBD.

Banjir di Gorontalo Akibat Tanggul Jebol, 218 Jiwa Terdampak

Di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, banjir terjadi akibat jebolnya tanggul Daerah Aliran Sungai (DAS) Marisa pada Kamis (10/7), pukul 14.00 Wita.

Banjir merendam lima desa di dua kecamatan, berdampak pada 70 KK atau 218 jiwa.

Baca Juga: BNPB Catat Karhutla dan Bencana di Sejumlah Daerah per 4 Juli 2025

Puluhan rumah dan fasilitas umum turut terendam.

Tim BPBD masih melakukan evakuasi warga, pendataan kerusakan, serta koordinasi penanganan bersama aparat setempat.

BNPB Imbau Waspada dan Optimalkan Pencegahan Dini

Menghadapi meningkatnya potensi bencana selama musim kemarau, BNPB meminta pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Kami mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk siaga, terutama menghadapi potensi bencana akibat anomali musim kemarau,” ujar BNPB dalam keterangan resminya.

Sebagai upaya pencegahan, BNPB telah melakukan operasi modifikasi cuaca.

Baca Juga: Lima Bencana Terjadi di Indonesia dalam 24 Jam, BNPB Imbau Masyarakat Tetap Waspada

BNPB juga menekankan pentingnya peran unsur pentaheliks, yaitu kolaborasi pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan media dalam mengantisipasi bencana, terutama karhutla.

“Upaya pemadaman harus dilakukan sejak dini sebelum titik api meluas dan sulit dikendalikan,” tegas BNPB.

(*Red)