“Berdasarkan informasi dari BPBD ada tiga korban, dua meninggal satu masih hilang,” ujar Erlichson.
Hingga saat ini, nasib satu korban yang hilang tersebut masih belum dapat dipastikan. Selain korban jiwa, BNPB mencatat sedikitnya lima pendaki mengalami luka-luka. Situasi semakin genting dengan laporan bahwa 20 pendaki masih terjebak di area pegunungan.
Dari jumlah tersebut, diketahui 9 orang merupakan warga negara asing (WNA), sementara sisanya adalah warga lokal Maluku Utara.
Langkah Tegas dan Imbauan Keselamatan
Merespons insiden ini, petugas gabungan berkomitmen untuk memperketat pengawasan di seluruh jalur pendakian guna mencegah adanya pendaki ilegal yang masuk tanpa izin di masa mendatang.
BNPB dan Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan instruksi keras agar tidak ada aktivitas apa pun dalam radius 4 kilometer dari Kawah Malupang Warirang.
Masyarakat dan wisatawan diminta untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap kondisi vulkanik yang dinamis.
“Masyarakat di sekitar gunung juga diminta tidak beraktivitas dalam radius berbahaya yang telah direkomendasikan otoritas terkait serta menggunakan masker apabila terjadi hujan abu vulkanik,” ucap Abdul Muhari mengimbau.
Masyarakat sekitar Gunung Dukono diharapkan selalu menyediakan masker penutup hidung dan mulut guna menghindari ancaman abu vulkanik yang dapat membahayakan sistem pernapasan di tengah kondisi darurat ini.
Baca Juga: Erupsi Gunung Semeru Disertai Awan Panas 3,5 Km, Warga Diminta Waspada
















