Faktakalbar.id, SANGGAU — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sanggau secara resmi mendeklarasikan wilayah Kembayan sebagai daerah bebas dari praktik buang air besar sembarangan (Open Defecation Free) dalam acara yang dilangsungkan di Aula Kantor Camat Kembayan pada Selasa (28/4/2026).
Pencapaian ini menjadikan Kembayan sebagai satu-satunya kecamatan yang berhasil meraih status tersebut dari total 15 kecamatan yang berada di wilayah Kabupaten Sanggau.
Baca Juga: Peringatan Hari Desa Nasional Ketapang, Bupati Tekankan Transparansi Dana Desa dan Target ODF
Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Sanggau Herkulanus Heri Purnama yang hadir secara langsung untuk mewakili Bupati Sanggau memaparkan kondisi sanitasi daerah.
Berdasarkan data pemerintah, saat ini baru tercatat 22 desa dari keseluruhan 169 desa di wilayah Bumi Daranante yang telah menyandang status kelayakan ODF.
“Kondisi ini menunjukan bahwa kita masih memiliki pekerjaan besar yang harus kita selesaikan bersama yang tentunya memerlukan penguatan sanitasi total berbasis masyarakat (STBM), peningkatan akses sanitasi layak, perubahan prilaku masyarakat serta kolaborasi lintas sektor secara berkelanjutan,” kata Herkulanus.
Herkulanus secara tegas meminta agar deklarasi Kecamatan Kembayan bebas ODF ini tidak hanya dipandang sebagai sebatas kegiatan seremonial pemerintahan.
Ia menginstruksikan agar deklarasi ini dijadikan sebagai tonggak penting bagi perubahan perilaku masyarakat secara masif menuju pola kehidupan yang lebih sehat, bersih, dan bermartabat.
“Deklarasi yang kita gelar hari ini adalah bukti nyata dukungan dan komitmen masyarakat Kembayan untuk tidak lagi melakukan praktik buang air besar sembarangan yang selama ini menjadi risiko utama berbagai penyakit berbasis lingkungan termasuk stunting,” ujarnya.
Pemerintah daerah dipastikan akan terus berupaya mendorong program STBM sebagai langkah strategis dalam meningkatkan derajat kesehatan publik.
Herkulanus mengingatkan bahwa persoalan sanitasi bukan sekadar masalah pembangunan infrastruktur semata, melainkan juga sangat bergantung pada perubahan perilaku dan budaya hidup bersih di lingkungan masyarakat.
















