Baca Juga: Samsung Resmi Hentikan Produksi LPDDR4, Fokus Kembangkan Cip Memori Terbaru
2. Inovasi “TurboQuant” dari Google
Pada akhir Maret lalu, Google memperkenalkan TurboQuant, sebuah teknik kompresi memori revolusioner.
Teknologi ini diklaim mampu memangkas penggunaan memori cache hingga enam kali lipat saat menjalankan model bahasa besar (LLM).
Para penimbun RAM khawatir permintaan memori dari pusat data skala besar (hyperscaler) akan merosot drastis jika teknologi ini diproduksi massal.
Alhasil, mereka bergegas mencairkan stok RAM mereka ke pasar ritel.
Apakah Laptop Akan Langsung Murah?
Meski harga di pasar ritel (spot) turun, Anda jangan berharap harga laptop atau PC dari pabrikan besar (OEM) akan langsung turun bulan depan.
Pabrikan besar biasanya menggunakan skema pasar kontrak jangka panjang.
Menurut riset TrendForce, harga memori di pasar kontrak justru diproyeksikan masih akan naik signifikan pada kuartal kedua 2026:
-
DRAM konvensional: Diprediksi naik 58–63 persen.
-
NAND Flash (SSD): Diprediksi melompat 70–75 persen.
Saran bagi Konsumen: Bagi Anda yang merakit PC sendiri, momentum penurunan harga ritel saat ini adalah waktu yang tepat untuk mengamankan stok RAM incaran Anda sebelum fluktuasi pasar kembali terjadi.
(*Drw)














