Kenapa Sifat Liar Dianggap Buruk Padahal Merupakan Bentuk Kemerdekaan?

"Penjelasan mengenai alasan sifat liar kerap mendapat stigma negatif di masyarakat meskipun hal tersebut pada dasarnya merupakan wujud dari kemerdekaan individu."
Penjelasan mengenai alasan sifat liar kerap mendapat stigma negatif di masyarakat meskipun hal tersebut pada dasarnya merupakan wujud dari kemerdekaan individu. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Konsep mengenai sifat liar sering kali berbenturan dengan pemahaman tentang kemerdekaan.

Secara harfiah, kemerdekaan adalah kondisi di mana individu memiliki kendali penuh atas dirinya.

Namun, ketika kemerdekaan tersebut diekspresikan secara absolut tanpa batasan, lingkungan sosial kerap melabelinya sebagai perilaku liar dan memberikan penilaian yang buruk.

Penilaian negatif terhadap sifat liar bersumber dari struktur dan fungsi norma sosial.

Baca Juga: Cegah Perdagangan Ilegal Satwa Liar di Perbatasan, Karantina Kalbar Gelar Konsolidasi di Aruk

Masyarakat komunal beroperasi berdasarkan tatanan aturan, etika, dan kesepakatan bersama.

Perilaku liar dikategorikan sebagai disrupsi terhadap keteraturan tersebut karena sifatnya yang tidak dapat diprediksi dan mengabaikan batasan sosial (social boundaries).

Masyarakat menolak hal-hal yang berpotensi mengganggu stabilitas kolektif.

Dari sudut pandang psikologi perilaku, tindakan yang dilabeli liar sebenarnya merupakan manifestasi dari keaslian diri (authenticity).

Individu yang bertindak di luar norma struktural mengekspresikan kemerdekaan atau free will mereka secara langsung.

Hal ini merupakan bentuk pelepasan diri dari tekanan konformitas (conformity) yang menuntut setiap orang di dalam kelompok untuk bertindak seragam.

Penyebab utama timbulnya pandangan buruk tersebut adalah pada titik pertanggungjawaban komunal.

Kemerdekaan dalam konteks hidup bermasyarakat menuntut adanya kompromi.

Sifat liar dinilai problematik ketika kebebasan absolut seorang individu berbenturan secara langsung atau merugikan hak dan kenyamanan individu lainnya di ruang publik.

Sifat liar tidak secara inheren bermakna jahat atau salah.

Pelabelan buruk yang diberikan masyarakat adalah mekanisme kontrol sosial untuk menjaga harmoni.

Kemerdekaan individu dalam struktur sosial yang fungsional adalah kemampuan mengekspresikan kehendak diri yang tetap selaras dengan tatanan hidup bersama.

Baca Juga: Polisi Amankan Tiga Pelajar Terlibat Balap Liar di Sekadau

(Mira)