“PKBM harus menjadi ruang transformasi sosial. Bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat lahirnya kemandirian dan daya saing generasi muda kita,” tambahnya di hadapan para undangan.
Di akhir sambutannya, Emilwan mengajak seluruh pemangku kebijakan dan masyarakat untuk menjadikan program ini sebagai sebuah gerakan kolektif.
Sinergi lintas sektor diharapkan mampu melahirkan ekosistem pendidikan yang inklusif dan adaptif.
“Tidak boleh ada satu pun anak Kalimantan Barat yang tertinggal dari akses pendidikan dan keterampilan. Kita harus ubah narasi anak putus sekolah menjadi anak yang bangkit, berdaya, dan siap menghadapi masa depan,” pungkasnya.
(*Red)
















