Baca Juga: Pemkot Pontianak Perpanjang PPDB SD dan SMP dengan Sistem Zonasi
Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak para pengurus RT dan RW untuk proaktif menjembatani dan menyuarakan permasalahan yang terjadi di wilayah kerjanya. Pemerintah selalu membuka ruang dialog guna merumuskan solusi bersama, dengan sasaran prioritas pada kelompok masyarakat menengah ke bawah.
Sementara itu, Camat Pontianak Kota, Anisah Nurbayani, memaparkan bahwa sosialisasi ini adalah bagian dari agenda pembekalan tahunan. Tujuannya membekali para pengurus wilayah agar optimal menjalankan fungsinya sebagai mitra pemerintah kota.
“Kegiatan ini tidak hanya untuk meningkatkan kapasitas, tetapi juga memperkuat sinergi, koordinasi, serta menyamakan persepsi dalam mendukung pelaksanaan program dan kebijakan pemerintah daerah,” imbuhnya.
Anisah merinci, agenda ini dihadiri oleh 190 peserta, yang terdiri dari 120 Ketua RW dan 70 Ketua RT. Mengingat total Ketua RT di wilayah Pontianak Kota mencapai 521 orang, sebagian dari mereka belum dapat dihadirkan secara serentak pada sesi ini.
“Sehingga belum seluruhnya dapat dihadirkan karena keterbatasan kapasitas tempat,” kata Anisah.
Selain materi tentang pendidikan, Anisah menyebutkan bahwa peserta juga mendapatkan pembekalan terkait rencana program infrastruktur Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T).
“Selain itu, peserta juga mendapatkan sosialisasi terkait program SPALD-T yang direncanakan segera dilaksanakan di Kota Pontianak,” tutupnya.
(*Red)
















