“Umat Katolik selalu diajarkan untuk menjalankan nilai-nilai cinta kasih. Dalam ajaran kami, tidak dibenarkan untuk menyakiti apalagi membunuh sesama manusia. Karena itu, pernyataan seperti ini sangat kami sesalkan,” lanjutnya merespons polemik tersebut.
Menghadapi situasi ini, pihak Pemuda Katolik Kubu Raya meminta masyarakat luas untuk menahan diri dan tetap menjaga kerukunan antarumat beragama.
Warga diimbau agar tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang berpotensi memecah belah persatuan.
Lebih jauh, Adam berharap insiden ini menjadi peringatan keras bagi para tokoh publik di Indonesia agar lebih bijak dan berhati-hati dalam meramu pernyataan di ruang terbuka demi menjaga stabilitas dan keharmonisan berbangsa.
(Mira)
















