Komandan AL IRGC Ancam Bakar Kapal di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Terancam Tembus 200 Dolar

Peta grafis menunjukkan kepadatan lalu lintas maritim dan titik-titik ancaman di Selat Hormuz. (Dok. Ist)
Peta grafis menunjukkan kepadatan lalu lintas maritim dan titik-titik ancaman di Selat Hormuz. (Dok. Ist)

“Setiap kapal yang mencoba melintasi Selat Hormuz akan dibakar. Pipa minyak di seluruh kawasan akan diserang. Tidak satu barel pun yang keluar. Minyak mencapai $200 dalam beberapa hari mendatang. Itu bukan ancaman, tapi pengarahan logistik yang sangat dingin,” tegas Jabbari.

Ancaman ini berdampak langsung pada stabilitas energi global, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur bagi 20 juta barel minyak per hari atau setara dengan 31% perdagangan minyak mentah melalui laut secara global.

Saat ini, kompleks gas alam cair (LNG) QatarEnergy dilaporkan sudah tidak beroperasi, sementara radar AN/FPS-132 di Al Udeid telah terkena serangan sebelumnya.

Kenaikan harga minyak hingga 200 dolar AS diprediksi akan merestrukturisasi ekonomi global secara real-time, yang berdampak pada kementerian keuangan di Asia hingga bank sentral di Eropa.

Baca Juga: Qatar Berhasil Tembak Jatuh Pesawat Tempur dan Rudal Balistik Asal Iran

Hal ini memicu kekhawatiran besar di kalangan penguasa negara-negara Teluk terkait keamanan infrastruktur pipa dan pelabuhan mereka.

Situasi ini menandai tantangan besar bagi dominasi Angkatan Laut Amerika Serikat di perairan tersebut, di mana jaminan perlindungan Amerika yang selama ini ditukar dengan denominasi dolar untuk minyak kini berada di ambang ketidakpastian.

(FR)