“Kami sudah berkomunikasi dengan panitia agar membuka rekrutmen relawan kebersihan untuk membantu petugas saat hari H,” jelasnya.
Dedi menaruh harapan besar agar keberadaan sarana tempat sampah yang tersebar di sepanjang rute dapat efektif meminimalisir jumlah sampah yang berserakan di jalanan. Oleh karena itu, ia secara khusus mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat maupun wisatawan yang datang menyaksikan pawai agar selalu membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.
Lebih lanjut, ia mengingatkan adanya tantangan tersendiri di lapangan, di mana sebagian besar petugas kebersihan yang bertugas saat ini tengah menjalankan ibadah puasa Ramadan. Dukungan penuh berupa kesadaran membuang sampah pada tempatnya dari para pengunjung sangat dibutuhkan agar lingkungan kota tetap terjaga tanpa membebani fisik petugas.
“Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan tempat sampah yang telah disediakan sehingga memudahkan kerja petugas di lapangan,” ujarnya.
Menurut Dedi, sebagai sebuah perhelatan agenda budaya berskala internasional, tata kelola kebersihan pada ajang ini harus menjadi contoh yang baik. Hal tersebut sangat krusial untuk menjaga citra positif wilayah di mata dunia luar.
“Persoalan sampah harus menjadi perhatian bersama, bukan hanya pemerintah. Partisipasi masyarakat sangat diperlukan demi menjaga nama baik Singkawang sebagai kota tertoleran dan kota wisata,” katanya.
(*Red)
















