Singkawang 2026: Tatung, Lampion, dan Harmoni Ramadhan di Tahun Kuda Api

"Intip kemeriahan Cap Go Meh Singkawang 2026 yang bertepatan dengan Ramadhan. Simak pesan Gubernur Ria Norsan mengenai energi Kuda Api dan harmoni keberagaman."
Intip kemeriahan Cap Go Meh Singkawang 2026 yang bertepatan dengan Ramadhan. Simak pesan Gubernur Ria Norsan mengenai energi Kuda Api dan harmoni keberagaman. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, SINGKAWANGKota Singkawang kembali membuktikan kelasnya sebagai pusat gravitasi toleransi di Indonesia.

Perayaan Imlek 2577 Kongzili dan Festival Cap Go Meh 2026 yang berpuncak pada Selasa, (3/3/2026), tidak hanya sekadar parade budaya, tetapi menjadi simbol kuat persatuan di tengah suasana bulan suci Ramadhan.

Perhelatan yang masuk dalam kalender Kharisma Event Nusantara ini dihadiri deretan tokoh nasional, mulai dari Agus Harimurti Yudhoyono, Tito Karnavian, hingga Oesman Sapta Odang.

Kehadiran para petinggi negara ini mempertegas bahwa festival tahunan di “Kota Amoi” tersebut telah bergeser dari sekadar ritual lokal menjadi aset strategis diplomasi budaya dan ekonomi nasional.

Baca Juga: Kunjungi Singkawang, Menko AHY Tinjau Infrastruktur dan Hadiri Cap Go Meh

Energi Kuda Api dan Tantangan Zaman

Tahun ini, perayaan dinaungi oleh simbol Kuda Api.

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, dalam narasinya menekankan bahwa simbol ini harus diterjemahkan sebagai momentum kerja keras dan keberanian menghadapi tantangan ekonomi global.

Ia menyoroti bahwa harmoni sosial di Singkawang adalah “komoditas” utama untuk menarik investasi dan memperkuat infrastruktur pariwisata.

“Energi Kuda Api ini harus menyalakan tekad untuk terus berinovasi demi kemajuan Kalimantan Barat,” tegas Ria Norsan di hadapan ribuan pengunjung yang memadati pusat kota.

Akulturasi di Tengah Bulan Suci

Keunikan mencolok pada edisi 2026 adalah irisan waktu dengan bulan Ramadhan.