Cairan rokok elektrik biasanya menggunakan propylene glycol dan vegetable glycerin sebagai bahan dasar pembentuk uap.
Ketika dipanaskan menggunakan elemen pemanas logam pada suhu tinggi, bahan-bahan ini dapat terurai menjadi senyawa kimia beracun seperti formaldehida, yang dikenal sebagai zat pemicu kanker (karsinogenik).
4. Membahayakan Kesehatan Jantung
Nikotin yang diserap oleh tubuh dari vape dapat memacu kerja jantung menjadi lebih keras.
Hal ini memicu lonjakan tekanan darah, peningkatan detak jantung, serta mempersempit pembuluh darah.
Dalam jangka panjang, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko masalah kardiovaskular.
5. Mengganggu Perkembangan Otak pada Remaja
Tren vaping yang kian marak di kalangan anak muda menjadi hal yang mengkhawatirkan.
Otak manusia masih terus berkembang hingga usia pertengahan 20-an.
Paparan nikotin pada masa ini dapat mengganggu proses perkembangan otak, memengaruhi kendali impuls, kemampuan belajar, serta daya ingat.
Beralih dari rokok konvensional ke vape bukanlah solusi kesehatan yang aman.
Langkah terbaik untuk menjaga tubuh tetap bugar adalah dengan menghindari segala jenis produk yang mengandung nikotin maupun uap kimia buatan.
Baca Juga: Studi: Pengguna Vape Berisiko 7 Persen Lebih Tinggi Terkena Pradiabetes
(Mira)
















