Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Mitos seputar bahaya menelan permen karet yang selama ini diyakini akan mengendap di dalam perut hingga bertahun-tahun resmi dibantah oleh pakar kesehatan.
Ahli gastroenterologi dari Rumah Sakit Apollo Spectra India, Vishal Seth, menegaskan bahwa permen karet yang masuk ke dalam sistem pencernaan tidak akan memicu masalah lambung yang serius.
Mitos yang telanjur beredar luas di tengah masyarakat tersebut sering kali menimbulkan rasa cemas dan ketakutan, terutama bagi para orang tua ketika mendapati anak mereka tidak sengaja menelan permen karet.
Vishal menjelaskan bahwa ketakutan publik terkait hal tersebut sama sekali tidak memiliki landasan medis yang valid.
“Orang-orang tidak perlu khawatir dan jangan tegang, karena permen karet yang tertelan tidak akan tinggal di perut selama bertahun-tahun,” kata Vishal, sebagaimana dikutip Hindustan Times pada Sabtu (19/4/2026).
Lebih lanjut, ia mengakui bahwa komponen utama pembuat permen karet memang sangat berbeda dari makanan pokok manusia sehari-hari. Tekstur dan bahan dasar permen karet membuatnya tidak mudah diurai secara hancur oleh asam lambung.
Kendati demikian, kondisi tersebut bukan berarti zat karet akan secara otomatis menetap atau bersarang lama di dalam tubuh manusia. Proses alami tubuh dipastikan akan tetap merespons dan memproses benda asing yang masuk ke dalam saluran cerna.
Menurut pandangan medis Vishal, saat seseorang tanpa sengaja menelan permen karet, objek tersebut akan tetap berjalan melewati seluruh sistem saluran pencernaan layaknya asupan makanan biasa, meskipun wujudnya tidak dapat dicerna dan diserap nutrisinya.
Dari organ lambung, permen karet akan terus didorong menuju usus dan bergerak secara konstan bersama sisa-sisa makanan lainnya. Pada fase akhir pencernaan, benda tersebut pada akhirnya akan dibuang keluar dari tubuh manusia bersama kotoran atau feses.
Terkait durasi waktu yang dibutuhkan oleh sistem pencernaan, Vishal memberikan estimasi yang sangat terukur.
















