Terpisah dari Induk, Bayi Orangutan “Jani” Dievakuasi dari Kebun Sawit Ketapang

Tim penyelamat gabungan BKSDA dan YIARI sedang memegang bayi orangutan bernama Jani di atas jaring penyelamat saat proses evakuasi di perkebunan kelapa sawit Ketapang. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Tim penyelamat gabungan BKSDA dan YIARI sedang memegang bayi orangutan bernama Jani di atas jaring penyelamat saat proses evakuasi di perkebunan kelapa sawit Ketapang. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

“Kasus ini mencerminkan tekanan yang terus meningkat terhadap habitat satwa liar, akibat landskap yang terfragmentasi,” ujar Silverius.

Ia menegaskan, jika induknya berhasil ditemukan, Jani akan segera direunifikasi dan dipindahkan ke lokasi aman.

Baca Juga: Polres Ketapang Sisir Tempa Hiburan Malam di Air Upas, Buru Pengunjung di Bawah Umur dan Pengguna Narkoba

Namun, jika tidak, Jani harus menjalani proses rehabilitasi panjang hingga siap dilepasliarkan.

Sementara itu, Kepala BKSDA Kalimantan Barat, Murlan Dameria Pane, memberikan apresiasi atas respon cepat berbagai pihak.

Ia menekankan pentingnya edukasi publik mengingat tingginya tekanan terhadap ekosistem orangutan.

“Apresiasi kepada semua pihak yang bekerjasama dalam penyelamatan anak orangutan betina ‘Jani’. Di usia 5 tahun, Jani seharusnya masih bersama induknya. Namun setelah berapa hari dipantau sampai dengan penyelamatan, Jani terlihat sendiri. Kondisi Jani ini merupakan dampak dari tingginya tekanan terhadap habitat orangutan,” tutur Murlan.

Murlan menutup dengan himbauan, “Salah satu hal penting yang harus kita tingkatkan bersama adalah edukasi dan penyadartahuan kepada semua pihak untuk bersama-sama menjaga keanekaragaman hayati orangutan dan habitatnya serta satwa liar lainnya.”

(fr)