“Yang menarik adalah negara maju pertama kali menginjakkan kakinya di Indonesia. Menteri pertaniannya dari Jepang, datang dari Chile, Kanada, Belarus. Ini negara-negara yang tidak pernah datang ke Indonesia,” ujar Amran.
Amran menambahkan bahwa negara-negara tersebut datang dengan pertanyaan besar mengenai strategi Indonesia melompat menjadi produsen beras terbesar nomor dua di dunia dalam hal peningkatan produksi.
Produksi Melonjak Tajam
Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) dalam laporannya mencatat prestasi gemilang Indonesia. FAO menempatkan Indonesia di peringkat dua dunia dalam hal pertumbuhan produksi beras tertinggi selama dua tahun terakhir, yakni naik sebesar 4,5 persen.
Secara nasional, produksi beras Indonesia sepanjang tahun 2025 menembus angka 34,71 juta ton. Jumlah ini melampaui kebutuhan konsumsi tahunan nasional yang hanya sebesar 31,19 juta ton. Artinya, Indonesia mencatat surplus produksi hingga 111,2 persen.
Capaian ini sekaligus mencetak rekor stok beras terbesar di Perum Bulog sejak tahun 1969. Dengan gudang yang penuh, pemerintah memastikan tidak perlu melakukan impor lagi.
(*Sr)





















