“Calon verifikator/enumerator ini akan segera melaksanakan tugasnya setelah susunan tim pelaksana per kecamatan terbentuk. Dengan adanya tim perbantuan dari Kemendagri dan gabungan mahasiswa, proses validasi dan verifikasi ditarget dapat dirampungkan dalam waktu enam hari,” ungkap pihak BNPB.
Kolaborasi Kampus
Operasi penanganan darurat bansor ini melibatkan banyak institusi pendidikan. Mahasiswa yang terlibat berasal dari Universitas Malikussaleh, Universitas Samudra, UIN Sunan Lhokseumawe, Universitas Syiah Kuala, hingga Poltekkes Cut Nyak Dhien Langsa. Mereka akan bekerja di bawah supervisi teknis dari tenaga ahli BNPB.
Baca Juga: Kejar Target Sebelum Puasa, BNPB Kebut Pembangunan 2.299 Huntara di Aceh Tamiang
Dalam pembekalan tersebut, Fungsional Ahli Madya BNPB Swasono Pudji Raharjo dan Tenaga Ahli Kepala BNPB Syavera memberikan materi teknis penilaian kerusakan agar data yang dihasilkan akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan perguruan tinggi ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat Aceh Tamiang.
(*Red)
















