Faktakalbar.id, JAKARTA – Rencana kedatangan armada baru jet tempur ringan T-50i Golden Eagle untuk memperkuat TNI Angkatan Udara (AU) meleset dari target.
Hingga memasuki awal tahun baru, Kamis (1/1/2026), pesawat buatan Korea Aerospace Industries (KAI) yang dijadwalkan tiba pada akhir November 2025 tersebut belum juga mendarat di Tanah Air.
Tertundanya pengiriman ini disinyalir akibat kebuntuan diplomasi terkait rute transit pengiriman.
Muncul kabar bahwa pihak produsen (KAI) berencana mengirimkan dua pesawat tersebut melalui jalur laut dengan singgah di Taiwan.
Namun, rencana ini ditolak tegas oleh Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI karena bertentangan dengan kebijakan One China Policy yang dianut Indonesia.
“Muncul kabar, KAI yang berencana mengirimkan dua pesawat T-50i dari Sacheon melalui jalur laut singgah di Taiwan… Namun, rencana itu ditolak mentah-mentah oleh Kemenhan akibat kebijakan One China Policy,” ungkap sumber terkait.
Tolak Transit di China
Sebaliknya, opsi alternatif yang ditawarkan Kemenhan agar kargo pesawat transit di China justru ditolak oleh pihak Korea Selatan.
KAI beralasan transit di China memiliki risiko kerawanan keamanan yang tinggi bagi aset militer mereka. Tarik ulur inilah yang menyebabkan pengiriman tertahan.
















