“Gantian, KAI menolak permintaan Kemenhan yang ingin agar kargo transit di China, karena faktor kerawanan bagi Korea Selatan (Korsel). Hal itu yang membuat pengiriman T-50i tertunda sampai sekarang,” jelas laporan tersebut.
Target Awal Meleset
Sebelumnya, Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau), Tedy Rizalihadi, sempat memastikan bahwa dua unit pesawat akan tiba pada 18 November 2025, disusul empat unit lainnya pada Maret atau April 2026.
Baca Juga: Lulus Gemilang, Pilot TNI AU Rampungkan Latihan Jet Tempur Rafale di Prancis
Penambahan armada ini ditujukan untuk memperkuat Skadron Udara 15 Lanud Iswahjudi sebagai pesawat Lead-in Fighter Trainer (LIFT).
“Dua pesawat T-50i datang 18 November (2025), (empat sisanya) tahun depan sekitar Maret atau April,” ujar Tedy beberapa waktu lalu.
Saat dikonfirmasi mengenai keterlambatan ini, Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau), I Nyoman Suadnyana, enggan berkomentar banyak dan menyarankan agar hal tersebut ditanyakan langsung kepada Kementerian Pertahanan selaku pemegang otoritas pengadaan.
(ra)
















