Perkuat Pertahanan Udara, Personel TNI AD Bawa Pulang Taktik Rudal BUK dari Belarusia

Ilustrasi sistem pertahanan udara rudal BUK buatan Rusia/Belarusia. Personel TNI AD baru saja menyelesaikan pelatihan tingkat batalyon terkait pengoperasian sistem canggih ini di Belarusia. (Dok. Ist)
Ilustrasi sistem pertahanan udara rudal BUK buatan Rusia/Belarusia. Personel TNI AD baru saja menyelesaikan pelatihan tingkat batalyon terkait pengoperasian sistem canggih ini di Belarusia. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, JAKARTA – Upaya modernisasi kemampuan satuan pertahanan udara TNI Angkatan Darat terus digenjot melalui kerja sama internasional.

Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Pangkohanudnas), Marsdya TNI Andyawan Martono P., menerima paparan strategis terkait hasil pelatihan Battalion Level Commanders of BUK Air Defense Training yang baru saja diikuti oleh personel TNI AD di Belarusia.

Baca Juga: Tersandera Isu “One China Policy”, Pengiriman Jet Tempur T-50i Golden Eagle ke Indonesia Tertunda

Paparan yang digelar di Ruang Rapat Kohanudnas, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Senin (29/12/2025) ini menjadi langkah awal implementasi taktik baru di lapangan.

Andyawan menegaskan bahwa sistem pertahanan udara BUK merupakan elemen vital dalam menjaga kedaulatan langit Indonesia, sehingga ilmu yang didapat harus segera diadaptasi.

“Dalam paparan disampaikan bahwa sistem pertahanan udara BUK merupakan salah satu unsur strategis dalam menjaga kedaulatan wilayah udara nasional,” ungkap laporan kegiatan tersebut.

Integrasi Radar dan Taktik Baru

Para personel yang telah merampungkan pelatihan di Eropa Timur tersebut diharapkan dapat mentransfer pengetahuan mereka untuk memperkuat satuan Artileri Pertahanan Udara (Arhanud).

Baca Juga: Perkuat Alutsista Laut, Barata Indonesia Pasok V-Bracket untuk Frigate Merah Putih KRI Balaputradewa-322

Fokus utamanya adalah pada penguasaan taktik penggelaran, integrasi sistem radar peringatan dini, serta prosedur komando dan pengendalian (Kodal) di tingkat batalyon guna menghadapi ancaman udara modern yang kian kompleks.