“Personel yang telah mengikuti pelatihan internasional tersebut diharapkan mampu memperkuat kemampuan satuan Arhanud, khususnya dalam aspek taktik penggelaran, integrasi sistem radar peringatan dini, serta penerapan prosedur komando dan pengendalian tingkat batalyon dalam menghadapi spektrum ancaman udara modern,” jelas rincian materi pelatihan.
Perbarui Doktrin Tempur
Menutup arahannya, Andyawan menekankan agar hasil pelatihan ini tidak berhenti di ruang rapat, melainkan ditindaklanjuti dengan pembaruan doktrin dan prosedur operasional satuan.
Pengalaman dari Belarusia dinilai memberikan nilai tambah signifikan bagi pengembangan postur pertahanan udara nasional.
“Pangkohanudnas menegaskan bahwa hasil pelatihan ini harus ditindaklanjuti secara nyata melalui penguatan doktrin, prosedur, dan kesiapan satuan di lapangan,” tegasnya.
Turut hadir mendampingi dalam kegiatan tersebut Kepala Staf Kohanudnas, Mayjen TNI Trias Wijanarko, beserta jajaran pejabat utama Kohanudnas.
(ra)












