“Semoga perhatian dan kepedulian dari Bapak Wali Kota dapat menjadi penguat bagi keluarga kami,” tambah Firnawati.
Kasus Kedua Bulan Desember
Kejadian ini menjadi kasus anak tenggelam kedua yang terjadi di Pontianak sepanjang bulan Desember 2025.
Sebelumnya, seorang anak laki-laki bernama Bayanaka Patal Ramlan (10) juga ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Parit Tokaya pada Selasa (9/12/2025).
Melihat tren kejadian ini, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono memberikan peringatan keras agar warga yang bermukim di bantaran sungai meningkatkan kewaspadaan.
Ia menyoroti kondisi air pasang yang sedang tinggi sebagai faktor risiko utama.
“Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk lebih berhati-hati dan mengawasi anak-anaknya, terutama bagi anak-anak yang belum bisa berenang,” imbaunya.
Edi juga menginstruksikan perangkat kecamatan dan kelurahan untuk aktif memantau dan mengingatkan warga.
“Keselamatan anak-anak adalah tanggung jawab kita bersama. Saya berharap seluruh pihak dapat lebih peduli dan waspada, sehingga kejadian yang sama tidak kembali terulang di Kota Pontianak,” tegas Edi.
Sementara itu, Camat Pontianak Utara, Indrawan, menyatakan siap menindaklanjuti arahan tersebut dengan memperketat pengawasan di wilayah perairan.
“Kami akan terus mengingatkan masyarakat, khususnya yang bermukim di sekitar sungai, agar lebih waspada terhadap kondisi air pasang dan tidak membiarkan anak-anak bermain di sekitar sungai tanpa pengawasan,” pungkas Indrawan.
(*Red)
















