Faktakalbar.id, BANDA ACEH – Pemerintah daerah bersama Pemerintah Pusat dan TNI terus menggenjot perbaikan akses jalan dan jembatan di sejumlah wilayah Provinsi Aceh.
Langkah percepatan ini dilakukan guna mengatasi kendala pendistribusian bantuan logistik yang sempat terhambat akibat infrastruktur yang rusak pascabencana.
Baca Juga: Bulog Terbangkan 20 Ton Beras ke Bener Meriah dan Aceh Tengah
Pos Pendamping Nasional (Pospenas) melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan signifikan di beberapa titik krusial.
Salah satunya adalah jembatan Krueng Meureudu yang menghubungkan wilayah Pidie Jaya-Bireuen.
“Jembatan Krueng Meureudu sudah berfungsi secara terbatas pada Jumat (12/12). Pemerintah daerah saat ini masih melakukan perbaikan lanjutan pada jembatan yang menghubungkan jalan tersebut, sementara jalan nasional penghubung kecamatan terus dikebut penyelesaiannya,” demikian keterangan resmi dalam laporan Pospenas.
Kondisi Jalan Nasional Wilayah Tengah
Tantangan berat masih dihadapi pada ruas jalan nasional Pidie-Aceh Tengah melalui jalur Geumpang-Pameu-Simpang Uning yang dilaporkan masih putus.
Kendati demikian, akses dari Gumpang menuju Pameu kini sudah dapat ditembus oleh kendaraan roda empat hingga Kecamatan Rusip Antara.
Namun, percabangan jalan nasional hingga Takengan belum dapat diakses karena terdapat tiga jembatan yang putus.
Baca Juga: Pospenas Aceh Terima 7 Ton Bantuan Logistik dari Alumni ITS
Proses pembersihan material longsor berskala besar masih terus dilakukan di antara Kabupaten Pidie menuju Aceh Tengah.
Di sisi lain, progres positif terlihat pada akses Aceh Tengah-Nagan Raya via Lhok Seumot-Jeuram. Jalur ini, termasuk dari ujung jembatan Krueng Beutong ke Lhok Seumot-Jeuram, sudah dapat dilalui kendaraan roda dua.
















