“Proses penimbunan pada bagian ujung jembatan dan badan jalan terus dilakukan agar fungsional. Pemerintah menargetkan perbaikan selesai pada 17 Desember 2025,” tambah laporan tersebut.
Progres Pemasangan Jembatan Bailey
Untuk jalur Gayo Lues menuju Aceh Tenggara melalui Kutacane, kondisi jalan nasional masih terputus akibat dua jembatan rusak dan amblasnya badan jalan.
Tim gabungan tengah melakukan penimbunan dan pemasangan jembatan darurat (bailey) untuk membuka akses penuh.
Kabar baiknya, satu titik di ruas STA14+400 sudah terhubung dan bisa dilalui kendaraan roda dua maupun empat pada Sabtu (13/12).
Pemerintah memfokuskan perbaikan akses jalan dengan memprioritaskan penyelesaian empat jembatan bailey. Tiga di antaranya berada di Kabupaten Bireuen dengan rincian progres per Sabtu (13/12) sebagai berikut:
-
Jembatan Teupin Reudeup (penghubung Bireuen-Lhokseumawe): Progres mencapai 90 persen.
-
Jembatan Kutablang (wilayah Bireuen): Progres mencapai 40,7 persen, meningkat dari 28 persen sehari sebelumnya.
-
Jembatan Teupin Mane (penghubung Bireuen-Takengon): Progres mencapai 92 persen atau hampir fungsional penuh.
Sementara itu, satu jembatan lainnya yakni Jembatan Jeurata yang menghubungkan Pidie-Takengon di Kabupaten Aceh Tengah masih menunjukkan progres lambat sekitar 1 persen.
Baca Juga: Optimalkan Jalur Darat dan Udara, BNPB Salurkan 14,78 Ton Bantuan Logistik ke Aceh
Hal ini disebabkan akses jalan menuju lokasi jembatan belum dapat dilalui oleh kendaraan besar pengangkut material.
Faktor cuaca dengan curah hujan tinggi juga menjadi kendala yang berpotensi memperlambat pekerjaan.
Meski demikian, seluruh personel di lapangan terus bekerja keras memastikan konektivitas kembali normal demi kelancaran mobilisasi warga dan bantuan.
(*Red)
















