Faktakalbar.id, SAMBAS – Bencana hidrometeorologi kembali melanda wilayah pesisir Kalimantan Barat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan kejadian Banjir Rob Sambas yang cukup meluas, merendam permukiman warga di belasan kecamatan.
Peristiwa ini dipicu oleh kombinasi curah hujan intensitas tinggi yang terjadi terus-menerus disertai fenomena pasang air laut maksimum.
Baca Juga: Pasang Laut Tinggi, Banjir Rob Selakau Sambas Lebih Parah dari Sebelumnya
Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (PUSDALOPS) BNPB, banjir rob mulai menggenangi wilayah Kabupaten Sambas sejak Senin (8/12) sekitar pukul 06.00 WIB.
Hingga laporan terakhir dimutakhirkan pada Kamis (11/12) pagi, dampak genangan air dilaporkan cukup signifikan dan menyebar di wilayah yang luas.
12 Kecamatan Terdampak
Data lapangan mencatat bahwa Banjir Rob Sambas ini berdampak pada 12 kecamatan sekaligus. Wilayah-wilayah yang terendam meliputi Kecamatan Selakau, Pemangkat, Tebas, Tangaran, Sebawi, Teluk Keramat, Paloh, Sajingan Besar, Jawai Selatan, Jawai, Sambas, dan Sejangkung.
Genangan air yang masuk ke permukiman warga bervariasi, dengan ketinggian muka air diperkirakan berkisar antara 30 hingga 80 sentimeter. Kondisi ini tentunya mengganggu aktivitas harian masyarakat dan mobilitas di wilayah terdampak.
















