Kapolsek Cakung Kompol Widodo Saputro menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi, kejadian bermula ketika korban AS sedang melaksanakan jaga malam (ronda) bersama dua rekannya, T (48) dan R (58).
“Korban sedang melaksanakan jaga atau ronda malam sebagai Hansip RW 09. Korban pada saat itu sedang memonitor kamera pengawas (CCTV), melihat ada dua orang dicurigai sedang mencongkel motor,” kata Widodo di Jakarta, Sabtu (8/11/2025).
Melihat hal itu, korban bersama dua rekannya segera bergerak menuju lokasi menggunakan sepeda motor yang dikendarai oleh korban.
Baca Juga: Kasus Penembakan Diplomat di Peru, DPR Minta Kemenlu Tingkatkan Sistem Keamanan Luar Negeri
Sesampainya di lokasi, korban langsung menabrakkan motornya ke arah kendaraan pelaku untuk mencegah keduanya kabur. Aksi ini memicu perkelahian antara korban dan pelaku.
Nahas, di tengah perkelahian itu, terdengar suara tembakan sebanyak dua kali yang membuat korban AS terjatuh. Melihat rekannya tertembak, kedua saksi (T dan R) langsung bergegas meminta pertolongan warga.
(*Red)
















