Karier dan Kuliah Tak Sesuai Harapan, Kenapa Jadi Beban Moral ke Orang Tua?

"Merasa bersalah pada orang tua karena karier atau kuliah lambat? Ini 5 alasan psikologis di baliknya, dari beban ekspektasi hingga takut kehabisan waktu."
Merasa bersalah pada orang tua karena karier atau kuliah lambat? Ini 5 alasan psikologis di baliknya, dari beban ekspektasi hingga takut kehabisan waktu. (Dok. Ist)

Mereka mendengar cerita sukses dari anak teman-teman mereka di arisan, reuni, atau grup WhatsApp.

“Anak si A sudah jadi manajer,” atau “Anak si B baru saja lulus cumlaude.”

Meskipun mereka mungkin tidak mengatakannya, kita tahu bahwa mereka juga ingin memiliki cerita sukses untuk dibagikan.

Ketika kita tidak bisa memberi mereka “bahan” untuk berbangga, kita merasa bersalah.

Kita merasa telah menempatkan mereka dalam posisi yang tidak nyaman secara sosial.

4. Ketakutan ‘Kehabisan Waktu’ Mereka

Ini adalah salah satu alasan yang paling emosional.

Kita sadar bahwa orang tua kita tidak selamanya ada.

Seiring bertambahnya usia, mereka semakin tua.

Muncul sebuah “perlombaan” tak kasat mata di dalam diri kita.

Kita ingin sukses sebelum mereka terlalu tua untuk menikmatinya, atau paling buruk, sebelum mereka tiada.

Ketika karier kita mandek, kita merasa panik.

Rasa bersalah ini adalah campuran dari cinta dan ketakutan bahwa kita akan kehabisan waktu untuk “membalas” jasa mereka dan membuat mereka bangga selagi masih bisa.

5. Menganggap Pencapaian = Bukti Bakti

Dalam banyak budaya, termasuk di Indonesia, cara utama “berbakti” kepada orang tua setelah dewasa adalah dengan menjadi sukses.

Kesuksesan finansial dan karier yang stabil dipandang sebagai bukti nyata bahwa kita adalah anak yang baik dan tahu balas budi.

Ketika kita belum mencapai itu, kita merasa gagal dalam definisi “anak berbakti”.

Kita merasa belum bisa “menggantikan” apa yang telah mereka berikan.

Rasa bersalah ini muncul karena kita merasa, di mata mereka (atau di mata kita sendiri), kita masih menjadi “beban” alih-alih menjadi “kebanggaan”.

Memahami 5 alasan ini adalah langkah awal untuk berdamai dengan diri sendiri. Rasa bersalah ini adalah bukti bahwa Anda peduli dan mencintai mereka.

Namun, ingatlah bahwa perjalanan setiap orang berbeda.

Berkomunikasi secara terbuka dengan orang tua dan fokus pada proses Anda bukan hanya pencapaian adalah kunci untuk melepaskan beban moral tersebut.

Baca Juga: Lagu ’33X’ Perunggu Adalah Pelukan untuk Kamu yang Merasa Tertinggal

(*Mira)