Sukses Tekan Karhutla, Indonesia Kini Hadapi Ancaman Bencana La Nina

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bersama Kepala BNPB Suharyanto dalam Rapat Ekspose Pengendalian Karhutla 2025. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bersama Kepala BNPB Suharyanto dalam Rapat Ekspose Pengendalian Karhutla 2025. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Ia juga memaparkan efisiensi sumber daya dalam penanganan tahun ini.

“Tahun ini kami hanya mengerahkan 12 heli patroli dan 18 heli water bombing dibandingkan dari tahun 2023-2024 yang jumlahnya mencapai 40 unit,” kata Suharyanto.

Keberhasilan ini juga menekan kerugian negara dari Rp75 triliun pada 2019 menjadi Rp6,7 triliun pada 2025.

Memasuki akhir tahun, pemerintah kini mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi. BMKG memprediksi Indonesia memasuki musim penghujan yang dipengaruhi fenomena La Nina lemah, sehingga curah hujan akan meningkat.

Sebagai langkah mitigasi, pemerintah akan berkoordinasi memeriksa bendung-bendung alam di hulu sungai untuk mencegah banjir bandang.

Dalam pertemuan tersebut, juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman antara BNPB dan Kementerian Kehutanan untuk memperkuat sinergi program dan kegiatan penanggulangan bencana di masa mendatang.

(ra)