Makan Banyak tapi Badan Tetap Kurus? Ini 4 Alasan Ilmiah di Baliknya

"Penasaran kenapa ada orang yang makan banyak tapi tetap kurus? Simak 4 alasan ilmiah di baliknya, mulai dari faktor genetika hingga aktivitas tak sadar."
Penasaran kenapa ada orang yang makan banyak tapi tetap kurus? Simak 4 alasan ilmiah di baliknya, mulai dari faktor genetika hingga aktivitas tak sadar. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Anda mungkin punya teman atau bahkan mengalaminya sendiri: porsi makan selalu banyak, hobi ngemil, tapi timbangan berat badan seolah tidak pernah beranjak naik.

Fenomena “makan banyak tapi tetap kurus” ini sering kali membuat banyak orang heran dan bertanya-tanya.

Sementara sebagian orang harus bersusah payah menjaga asupan kalori, mereka yang dijuluki ectomorph ini seakan memiliki “bakat” untuk tetap langsing.

Ini bukanlah keajaiban, melainkan ada penjelasan ilmiah di baliknya.

Baca Juga: Gema September Hitam: 5 Lagu Pengingat untuk Merawat Ingatan

Jika Anda penasaran, berikut adalah empat alasan utama mengapa seseorang bisa tetap kurus meskipun sudah makan banyak.

1. Faktor Genetika dan Keturunan

Faktor ini memegang peran paling besar.

Beberapa orang secara genetik dilahirkan dengan laju metabolisme basal (Basal Metabolic Rate atau BMR) yang lebih tinggi dari rata-rata.

BMR adalah jumlah kalori yang dibakar tubuh saat sedang istirahat total untuk menjalankan fungsi vital seperti bernapas dan memompa darah.

Jika BMR Anda tinggi, artinya tubuh Anda membakar lebih banyak kalori secara alami sepanjang hari, bahkan saat Anda tidak melakukan apa-apa.

2. Aktivitas Fisik yang Tidak Disadari (NEAT)

Selain olahraga, ada jenis aktivitas lain yang membakar kalori secara signifikan, yaitu Non-Exercise Activity Thermogenesis (NEAT).

NEAT adalah energi yang kita gunakan untuk semua aktivitas di luar tidur, makan, dan olahraga.