Faktakalbar.id, NASIONAL – Analisis mendalam dari para ahli mengungkap fakta mengkhawatirkan di balik ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo.
Pakar dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Basarnas secara tegas menyatakan tragedi tersebut disebabkan oleh kegagalan konstruksi total akibat kualitas bangunan yang jauh di bawah standar.
Muji Hermawan, ahli struktur bangunan dari Departemen Teknik Sipil ITS, menyatakan bahwa seluruh elemen utama bangunan hancur.
“Kalau melihat kerusakan dan tingkat kerusakan, itu merupakan kegagalan struktur, dan model kerusakannya sudah hancur semua baik kolom, balok, maupun pelat,” katanya di Sidoarjo, Rabu, (1/10/2025).
Baca Juga: Tragedi Musala Ponpes Al Khoziny: Korban Jiwa Bertambah Jadi 14 Orang, 49 Santri Masih Dicari
Temuan paling signifikan yang menunjukkan buruknya kualitas konstruksi diungkap oleh Emi Freezer dari Basarnas.
Ia menyoroti kondisi kolom utama bangunan yang tidak patah saat ambruk, melainkan melengkung membentuk huruf U.
“Secara standarnya, apabila sebuah bangunan mengalami kegagalan konstruksi, harusnya dia (kolom) patah. Bukan melengkung,” tegas Emi.
Menurutnya, kondisi ini menandakan elastisitas material yang sangat tinggi, sebuah anomali untuk struktur penyangga yang seharusnya kaku dan kuat.
“Artinya kalau kita melihat ini adalah elastisitasnya sangat tinggi,” tambahnya.
Kemampuan konstruksi untuk melengkung alih-alih patah menunjukkan bahwa bangunan tersebut tidak mampu menahan bebannya sendiri secara semestinya.
Kesimpulan para ahli seragam: seluruh struktur penyangga bangunan gagal total dalam memberikan sanggahan.
“Hasil analisis dari ITS, ini semua sudah kegagalan struktur. Struktur penyangga semua totally collapse atau gagal total,” pungkas Emi.
(*Mira)
















