Faktakalbar.id, SAMBAS – Beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) belakangan menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Kualitasnya dinilai kurang baik, mulai dari beraroma menyengat hingga terlalu lembek saat dimasak.
Namun, sebagian warga di Kabupaten Sambas mengaku belum merasakan masalah tersebut.
Warohmah, seorang ibu rumah tangga asal Desa Kartiasa, mengatakan beras SPHP yang beredar di wilayahnya masih layak dikonsumsi.
“Untuk saat ini, beras SPHP di Kabupaten Sambas masih bagus. Saya belum menemukan kualitas jelek seperti yang ramai dibicarakan di daerah lain,” ujarnya.
Ia mengaku masih mengandalkan beras SPHP untuk kebutuhan sehari-hari. Jika nantinya ditemukan beras dengan kualitas buruk, ia berjanji akan menyampaikannya kepada tetangga dan pemerintah daerah.
Menurut Warohmah, persoalan bau dan tekstur beras yang kurang baik kemungkinan besar berasal dari stok lama yang disimpan di tempat yang tidak ideal.
Baca Juga: Bakeuda Sambas Permudah Warga Bayar Pajak Lewat Layanan Keliling
“Beras yang terlalu lama disimpan di tempat lembab bisa menimbulkan aroma tidak sedap dan becek saat dimasak,” jelasnya.
Ia berharap beras dengan kualitas buruk tidak beredar di Kabupaten Sambas.
“Sejauh ini aman-aman saja, semoga di Sambas tidak ada masalah seperti itu,” pungkasnya.
(DNS)
















