Faktakalbar.id, NASIONAL – Sejumlah mahasiswa mengecam keras pernyataan Menteri Keuangan RI yang baru, Purbaya Yudhi Sadewa, terkait 17+8 Tuntutan Rakyat.
Pernyataan tersebut dinilai meremehkan dan mengecilkan aspirasi masyarakat yang disuarakan melalui aksi demonstrasi.
Baca Juga: Purbaya Yudhi Sadewa Resmi Gantikan Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan
Kecaman ini datang dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI dan mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang berunjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI.
Kepala Departemen Kajian Strategis BEM UI 2025, Diallo Hujan Biru, menyatakan kekecewaannya.
“Baru satu hari, dia langsung mengeluarkan pernyataan yang luar biasanya mengecewakan, luar biasanya menyakitkan bagi masyarakat,” ujar Diallo.
Ia menilai, sikap pemerintah seolah menganggap remeh tuntutan masyarakat yang lahir dari kondisi tertekan.
“Dia mengecilkan penindasan yang dialami oleh masyarakat, dia mengecilkan setiap tuntutan, yang mana tuntutan ini bukan lahir karena ingin menuntut, karena mereka bobrok, karena mereka membunuh saudara kami,” kata Diallo.
Selain mengkritik Menteri Keuangan, mahasiswa juga menyoroti pernyataan Penasihat Presiden, Jenderal (Purn) Wiranto, yang menyebut 17+8 Tuntutan Rakyat tidak bisa dipenuhi seluruhnya.
“Kemudian ada dari Jenderal Wiranto saya kemarin baca, ‘jika semua dipenuhi repot’. Enggak usah bernegara, Pak, kalau repot. Banyak orang yang lebih kompeten dari Anda!” tegas Diallo.
Aksi yang bertajuk “#RakyatTagihJanji” ini diikuti sekitar 500 mahasiswa.





















