Ia memastikan program sekolah inklusi tetap menjadi prioritas utama.
Disdikbud juga berkomitmen untuk memperkuat koordinasi dengan instansi terkait agar layanan UPT LDAC semakin optimal.
“Kita akan pastikan tidak ada jeda pelayanan, karena yang dilayani adalah kelompok rentan. Prinsipnya, meski tenaga terapis pindah, mereka tetap bertugas mendampingi anak-anak di LDAC,” jelasnya.
Sri menambahkan, Pemkot juga menyusun strategi jangka panjang untuk mengantisipasi kebutuhan tenaga di masa depan.
Pemetaan SDM dilakukan secara detail, mulai dari kebutuhan tenaga terapis, guru pendamping, hingga staf administrasi.
“Kebutuhan ini akan menjadi dasar dalam menentukan formasi penerimaan pegawai berikutnya,” tuturnya.
Ia berharap dukungan dari semua pihak dapat memperkuat layanan inklusif di Pontianak melalui UPT LDAC.
Baca Juga: Coffee Morning Pemkot Pontianak, Wali Kota Tekankan Disiplin ASN dan Penataan Kantor
Dengan penambahan tenaga ini, program sekolah inklusi tidak hanya berjalan, tetapi juga berkembang sesuai standar pendidikan yang ramah bagi semua anak.
“Dengan begitu, program sekolah inklusi tidak hanya berjalan, tetapi juga berkembang sesuai standar pelayanan pendidikan yang ramah bagi semua anak,” pungkasnya.
Penambahan tenaga UPT LDAC menjadi bukti komitmen Pemkot Pontianak dalam memberikan pelayanan terbaik.
(*Red/Kominfo)
















