Faktakalbar.id, NASIONAL – Vietnam mencetak sejarah baru dalam industri kopi global, dalam enam bulan pertama tahun 2025, nilai ekspor kopi Vietnam mencapai US$5,5 miliar atau sekitar Rp89,3 triliun (dengan kurs US$1 = Rp16.235).
Ini merupakan angka tertinggi yang pernah dicapai, dan dua kali lipat dari periode yang sama tahun sebelumnya.
Capaian ini bahkan melampaui total ekspor kopi Vietnam sepanjang tahun 2024 yang sebesar US$5,4 miliar.
Baca Juga: Mengonsumsi Jus Buah, Minuman Soda, dan Kopi Tingkatkan Resiko Stroke
Artinya, target ekspor tahunan negara itu sudah tercapai hanya dalam setengah tahun.
Ledakan ekspor ini didorong oleh meningkatnya permintaan dari negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Eropa, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok.
Pemerintah Vietnam juga kini lebih agresif mengekspor kopi bernilai tambah tinggi, seperti kopi instan, specialty coffee, dan produk olahan lanjutan.
Menurut data terbaru, keberhasilan tersebut datang dengan risiko tersendiri.
Di kawasan produksi utama Central Highlands, harga kopi mentah (green bean) anjlok hingga 30% dari puncaknya di bulan Maret, dan kini berada di level terendah tahun ini yaitu VND94.500 per kg atau sekitar US$3,62.
Di pasar global, harga kopi robusta kontrak Juli dan September masing-masing turun tajam sebesar 30,9% ke US$3.661 dan US$3.593 per ton.
Penurunan ini disebabkan oleh panen besar di Brasil dan stok melimpah dari Indonesia.
Sementara itu, Indonesia masih tertinggal jauh dalam kompetisi ekspor kopi.
Berdasarkan data Kementerian Perdagangan untuk periode Januari–Juni 2025, ekspor kopi Indonesia hanya mencapai US$709 juta.
Baca Juga: Kisah Pak Teng Sulap Ampas Kopi Jadi Cuan
Meski tumbuh 48,65% dibandingkan tahun lalu, jumlah ini masih sangat kecil jika dibandingkan Vietnam yang hampir delapan kali lipat lebih besar.
Impor kopi Indonesia dalam periode yang sama tercatat US$82 juta.
Neraca perdagangan masih positif sebesar US$627 juta, naik 87,61% secara tahunan.
Namun dari sisi nilai total, Indonesia masih tertinggal jauh.
Amerika Serikat menjadi pasar ekspor terbesar kopi Indonesia dengan surplus perdagangan sebesar US$128 juta.
Diikuti oleh Belgia (US$67 juta), Inggris (US$54 juta), Mesir (US$50 juta), dan Jerman (US$43 juta). Permintaan dari Belgia dan Inggris melonjak signifikan, masing-masing naik 368% dan 607%.
Sayangnya, Vietnam justru menjadi negara dengan defisit perdagangan terbesar bagi Indonesia di sektor kopi, yakni minus US$32 juta.
Baca Juga: Kopi Pontianak Curi Perhatian Pengunjung di ICE 2025 Surabaya
















