Namun, selang beberapa bulan, komunikasi antara korban dan keluarga terputus. Akhirnya, November 2024, korban pulang dalam keadaan memprihatinkan yang dirinya tak mengenali orang tua maupun dirinya sendiri.
“Saat ini korban masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Jiwa di Singkawang Timur dan terhadap kasus ini, polisi telah menyita satu unit handphone milik pelaku yang diduga digunakan untuk melakukan komunikasi dan pengaturan keberangkatan korban,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa akan menggelar perkara mengenai kasus ini untuk menetapkan status terasngka dan akan terus mendalami peran agen di Malaysia yang terlibat dalam kasus ini. (mro)










