Heboh Begal di Pontianak, Polisi Masih Dalami Kasus

Ilustrasi begal (int)

Pontianak- Dalam satu hari, terjadi dua kasus penganiayaan berat.Dua korban berbeda, dua TKP yang berbeda namun waktu kejadian yang tidak berbeda jauh.

Kejadian pertama menimpa seorang korban bernama Hendri Rinandi, tiba-tiba ditemukan sudah bersimbah darah dengan luka-luka ditubuh di Jalan Suwignyo, Kecamatan Pontianak Kota, Minggu (29/1) sekitar pukul 23:57 WIB. Ditemukan warga, dalam keadaan kritis dilarikan ke RS St Antonius, dilakukan tindakan medis pada pukul 00:15 Senin dini hari. Namun nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pukul 01:20 WIB, Senin (30/1).

Dari penelusuran Fakta Kalbar, serta informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, apa yang menimpa korban Hendri Rinandi diduga bukan sebuah kasus pembegalan, karena harta benda korban tidak ada yang hilang,bahkan sepeda motor korban, Honda Vario warna merah juga tidak digondol.

Kasat Reskrim Polresta Pontianak,Kompol Indra Asrianto kepada media, Senin menyatakan korban Hendri Rinandi pemegang KTP Singkawang, namun diketahui sebagai warga yang bermukim di Pontianak Kota.Korban mengalami luka-luka pada bagian rusuk kanan, selangkangan, paha kiri dan kanan, serta pantat sebelah kiri.

Sedangkan untuk kejadian kedua, menimpa seorang pria berinisial MM. Dalam pengakuan korban, ia diserang oleh dua pria menggunakan sepeda motor dan membawa senjata tajam. Kronologis kejadian tersebut dibeberkan Indra. Pada Minggu malam itu, korban sedang berjalan kaki pulang dari jaga parkir di Kantin Islah menuju RM Kota Sari di Jalan Johar.

“Korban berjalan kaki melalui Jalan Jenderal Urip menuju rumah korban, kemudian ada dua laki-laki yang diduga pelaku menggunakan sepeda motor beat berwarna putih berhenti mendekati korban dan meminta uang kepada korban,” terang Indra.

Pada saat pelaku meminta uang kepada korban, korban menjelaskan bahwa dia tidak memiliki uang. Kemudian pelaku yang mengendarai sepeda motor tersebut mengeluarkan senjata tajam dan mengayunkan senjatanya ke korban. Korban sempat menangkis hingga melukai tangan dan bagian bahu.Usai mencederai korban, pelaku dikabarkan langsung kabur.

Setelah mengalami luka-luka, korban meminta tolong pengendara jalan untuk mengantar korban ke RS Antonius Pontianak. Yang disayangkan, hingga Senin siang, korban MM tidak membuat laporan ke Polisi. Namun pihak Polresta yang mendapatkan informasi atas kejadian tersebut bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara.

Sumber Fakta Kalbar menyebutkan, hingga malam ini polisi masih terus melakukan penyelidikan atas kejadian pada Minggu malam tersebut. (rfk)