“Kami mendorong kampus-kampus di Kalimantan untuk menyusun prioritas bersama. Konsorsium harus memiliki keterhubungan dalam menyelesaikan masalah. Jika bidang prioritasnya sudah jelas, Ditjen Risbang dapat membantu mengarahkan dukungan program dan pendanaan yang sesuai,” jelasnya.
Fokus pada Keberlanjutan dan Ekonomi Baru
Dalam forum tersebut, diskusi berkembang pada urgensi transformasi ekonomi Kalimantan menuju sektor yang lebih berkelanjutan.
Sejumlah isu prioritas yang diidentifikasi meliputi pemanfaatan lahan eks tambang, hilirisasi komoditas unggulan, serta pengembangan sektor pertanian dan peternakan.
Fauzan meyakini bahwa kunci keberhasilan transformasi ini berada di tangan para akademisi lokal yang memiliki pemahaman mendalam terhadap ekosistem wilayahnya sendiri.
“Yang diperlukan saat ini adalah peneliti dan konsorsium yang kuat dari Kalimantan, karena merekalah yang paling memahami konteks, kebutuhan, dan potensi wilayahnya,” tutur Fauzan.
Melalui inisiatif ini, riset perguruan tinggi diharapkan tidak lagi sekadar menjadi dokumen akademis, tetapi bermuara pada solusi konkret bagi pembangunan Kalimantan.
Sinergi antara kampus, LLDikti, pemerintah daerah, dan industri menjadi kunci agar hasil inovasi dapat diimplementasikan secara berkelanjutan.
Baca Juga: Dukung Target Ekonomi 8%, Kemdiktisaintek Fokuskan Perguruan Tinggi Jadi Motor Hilirisasi Riset





















