“Berdasarkan prediksi BMKG, dalam 24 jam ke depan, sistem cenderung persisten dengan kecepatan angin maksimum 20 knot, tekanan udara minimum 1006 hPa dan bergerak ke arah barat laut,” tulis BMKG dalam keterangan resminya.
Lebih lanjut, BMKG memperkirakan sistem ini akan melemah dalam kurun waktu 48 jam ke depan.
Kendati demikian, dampak tidak langsung berupa peningkatan tinggi gelombang laut tetap perlu diwaspadai oleh para pengguna jasa transportasi laut dan nelayan.
Bibit Siklon Tropis 96W berpotensi memicu gelombang laut kategori sedang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter.
Wilayah yang terdampak meliputi Laut Maluku bagian utara serta Samudra Pasifik Utara Maluku hingga Papua.
Baca Juga: Belajar dari Siklon Tropis Senyar, BNPB Perkuat Mitigasi Bencana Nataru di Daerah





















