Baca Juga: Gawai Dayak Naik Dango Singkawang XXV Resmi Dibuka, Wujud Syukur dan Pelestarian Budaya Dayak
Parade karnaval budaya ini akan menempuh rute pawai sepanjang 3,26 kilometer dengan melintasi jalan-jalan protokol di pusat kota.
Rute lintasan karnaval tersebut akan melewati berbagai kawasan strategis seperti Jalan Kridasana, Jalan Diponegoro, hingga berakhir di Jalan Pelita.
“Estimasi kami akan ada lebih dari 1.000 peserta yang terlibat, mulai dari paguyuban lintas etnis, pelajar, sanggar seni, hingga perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD); ini adalah wujud nyata multikulturalisme di Singkawang,” tambahnya.
Panitia penyelenggara juga telah menyiapkan berbagai perlombaan tradisional secara khusus untuk menjaring minat dan partisipasi aktif dari kelompok generasi muda.
Jenis kompetisi tradisional yang akan dipertandingkan tersebut antara lain meliputi lomba ketangkasan sumpitan, pangkak gasing, mantes atau ketapel, serta adu cepat terompah.
Panitia tidak ketinggalan menyiapkan panggung khusus untuk parade tari daerah dan festival lagu Dayak sebagai ajang unjuk bakat para seniman lokal.
Agenda diskusi berupa seminar budaya juga turut disiapkan oleh panitia pelaksana sebagai ruang edukasi sejarah dan tradisi bagi masyarakat umum.
Keberhasilan penyelenggaraan acara budaya tahunan ini dipastikan tidak terlepas dari peran aktif serta fasilitasi penuh Pemerintah Kota Singkawang.
Dukungan nyata pemerintah daerah tersebut terlihat jelas dari alokasi anggaran untuk pembangunan berbagai infrastruktur penunjang di lokasi acara.
Bantuan infrastruktur tersebut meliputi proyek pembangunan Gerbang Rumah Adat Dayak dan program penataan ulang tata letak kawasan sekretariat panitia.
Pemerintah kota juga memberikan kemudahan birokrasi melalui penerbitan izin resmi untuk mendirikan monumen peringatan Tugu Sang Panglima.
Perhelatan kebudayaan akbar tahun ini secara resmi mengusung tema besar bertajuk Generasi Penerus Penjaga Adat Penggerak Masa Depan.
Andreas sangat berharap kegiatan festival ini mampu menjadi pemicu percepatan pertumbuhan sektor ekonomi kreatif di wilayah Kota Singkawang.
Peningkatan roda ekonomi warga tersebut diharapkan terwujud melalui ketersediaan puluhan stan pameran UMKM dan penjualan kerajinan lokal selama lima hari penuh.
“Kami mengundang seluruh lapisan masyarakat untuk hadir dan menyaksikan kekayaan tradisi ini adalah bukti bahwa kemajuan zaman tidak harus menggerus akar budaya yang kita miliki,” tutupnya.
(*Red)





















